Pemberangkatan Mbkm Semeru Gelombang 1 Universitas Brawijaya

MBKM Semeru merupakan program MBKM yang diinisiasi dan dilaksanakan Universitas Brawijaya sebagai bentuk kepedulian sivitas akademika atas bencana erupsi Gunung Semeru pada 4 Desember 2021. Gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut mengeluarkan awan panas guguran (APG) dan banjir lahar dingin hingga menyebabkan korban jiwa dan kerusakan bangunan rumah dan bangunan sekolah. Untuk itu, Universitas Brawijaya bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Lumajang menyelenggarakan MBKM Semeru dalam bentuk kegiatan pembelajaran proyek kemanusiaan terutama terfokus di wilayah Kecamatan Pronojiwo.

Pada tanggal 21 Januari 2022, Rektor Universitas Brawijaya, disaksikan seluruh Wakil Rektor dan Dekan di lingkungan Universitas Brawijaya melepas 49 orang mahasiswa peserta MBKM Semeru Gelombang 1, untuk membantu proses pemulihan kapasitas sosial masyarakat dan pemerintah Kecamatan Pronojiwo yang menjadi salah satu wilayah terdampak bencana APG Gunung Semeru.

Selain melaksanakan aktifitas kerelawanan, 49 mahasiswa melaksanakan beragam aktifitas terkait lima tema pembelajaran meliputi:
1. Economic & environment recovery
2. Kesehatan ibu, anak dan masyarakat
3. Pemetaan dampak bencana dan potensi pengembangan wilayah
4. Town watching for hazard mitigation
5. Dukungan kesehatan jiwa dan pendampingan sosial.

49 orang mahasiswa tersebut berasal dari 13 program studi (PS) strata sarjana dari 9 fakultas di Universitas Brawijaya, yaitu PS Administrasi Bisnis, PS Administrasi Pendidikan, PS Administrasi Publik, PS Agribisnis, PS Agroekoteknologi, PS Ekonomi Islam, PS Ekonomi Pembangunan, PS Hubungan Internasional, PS Ilmu Hukum, PS Ilmu Keperawatan, PS Kimia, PS Manajemen Sumberdaya Perairan, dan PS Teknik Industri.

Selain dengan Pemerintah Kabupaten Lumajang dan Pemerintah Kecamatan Pronojiwo, mitra UB yang terlibat dalam program ini adalah PT ESRI Indonesia (https://esriindonesia.co.id/), yang telah terlibat dalam beragam aktifitas Tridarma Perguruan Tinggi sivitas akademika UB terkait pemetaan dan analisis informasi geografis.

Sebelum pemberangkatan ke Kecamatan Pronojiwo, seluruh mahasiswa peserta MBKM Semeru mengikuti pembekalan mitigasi bencana yang disampaikan oleh tim dosen Program Studi Teknik Geofisika UB secara hybrid (luring dan daring), yaitu:
1. Prof. Drs. Adi Susilo, M.Si, PhD
2. Prof. Dr. Sunaryo, S.Si, M.Si
3. Prof. Sukir Maryanto, S.Si, M.Si, PhD.

Pembekalan dilaksanakan selama dua hari dan partisipasi mahasiswa dalam pembekalan tersebut dapat direkognisi dalam mata kuliah Mitigasi & Analisis Resiko Bencana 2 sks (kode mata kuliah MAG62051). Tim MBKM Semeru UB 2021 telah berkoordinasi dengan ketua program studi (KPS) sehingga aktifitas mahasiswa dalam MBKM Semeru dapat direkognisi ke dalam mata kuliah dengan total sks sebanyak 20 sks.